Oct 21, 2012

Aku Dan Kamu?


Aku menununtut sendiri rinduku, membuat laporan mengenai hal-hal tidak mengenakkan yang ia timbulkan.
Aku membagi gelisah ku sendiri, membuat apa yang tersentuh semakin mencekam, berakhir di peti-peti harapan.

Tak ada satupun yang mengerti, aku bukan gila, aku tak alami apa itu yang dinamakan orang-orang dengan depresi, aku hanya sedang menikmati rindu membuat ujung-ujung kuku menguning lalu memerah penuh darah.

Aku sedang menikmati keadaan bilik kosong yang ditinggalkan si empunya beberapa waktu lalu, dibilik itu ada namaku, ada namanya, bergandeng dalam satu deret kalimat.
Kujelajahi sejengkal demi sejengkal huruf yang membentuk namaku dan namanya, berwarna merah hati, bergaris tegak tak tersambung dan dipisahkan dengan satu simbol yang membuat aku dan dia terpisah,  tidak jauh, namun itu cukup untuk membuat nya menyandang jarak denganku.