Aug 29, 2014

Pengakuan Terlarang: Pernah Alay


Masih seputar blog yang baru saja diisi kembali dengan deretan tulisan. Kali ini kembali berkaca dengan tulisan-tulisan masa lalu. Entah itu di blog ini, status facebook, twitter atau lainnya. Membuat geli pada diri sendiri sudah tentu melanda, lalu terambil sebuah kesimpulan dan pengakuan: Saya dulu pernah Alay.

Setidaknya sekarang saya sudah menjadi Mantan Alay, mungkin status mantan alay juga melekat pada diri anda, setelah menengok semua ke-alay-an saya di blog ini, silahkan tengok atau bahasa kerennya stalking media sosial yang anda punya, mulai dari awal anda memiliki akun tersebut hingga anda merasa cukup.

Sudah? bagaimana hasilnya? Mantan alay atau Orang yang tidak pernah alay?
Sebenarnya pemaknaan alay itu relatif menurut individunya masing-masing. Jadi bagaimana definisi alay menurut anda? menurut saya orang yang setiap ibadah dan kebaikan yang dilakukan itu diunggah di media sosial itu sudah alay, berkomentar yang tidak perlu tanpa berfikir bahkan sampai menjelekkan orang atau pihak tertentu itu juga sudah cukup alay. Lain bila maksutnya untuk bercanda dan ditujukan pada orang dekat.

Pada dasarnya ke-alay-an itu berbanding lurus dengan usia, tingkat kedewasaan, dan tingkat kebosanan menggunakan akun jejaring sosial. Jadi, mari mulai membenahi tulisan-tulisan kita dimanapun, bukan hanya tentang pencitraan tapi sharing hal-hal yang berguna akan lebih bermanfaat dan memaksimalkan potensi media sosial daripada menampilkan sesuatu yang tidak jelas.

gambar diambil dari: ABG alay | Blog-blogan

Aug 28, 2014

Perlahan Menjadi Baik

Selamat sore pembaca, sudah lama saya tidak menuliskan sesuatu disini, ditempat pertama saya menuliskan kisah.
Alhamdulillah Allah selalu memberi saya nikmat-Nya hingga sampai sekarang pun saya bisa kembali menuliskan sesuatu disini.
Awalnya, saya mengunjungi blog ini untuk menghapus beberapa pos yang terbaca menyedihkan, namun saya urungkan agar menjadi pelajaran untuk saya sendiri bahwa terlihat menyedihkan, mengajak orang lain untuk bersedih, menggalaukan orang lain itu sungguh tidak berarti.
Alangkah baiknya jika blog ini saya gunakan untuk membagi sesuatu yang bermanfaat, untuk belajar bersama dan untuk apapun yang bisa menghantarkan saya dan anda kepada yang lebih baik.
Ini adalah website milik guru saya sewaktu menjalani Praktek Industri yang memberikan saya pemahaman bahwa segala sesuatu yang dilakukan itu memang harus bermanfaat bagi agama, orang lain dan diri sendiri. Bila sempat saya sangat senang anda juga membaca dari website jempolan ini Namaku Wirawan, Adi Wirawan