aku hanya pengagum berat, tanpa timbangan juga ukuran. Sebenarnya ini semua kosong hanya sedikit terisi, aku saja yang memberat-beratkan.
Hingga pergi, ini semua ilusi aku mengerti sendiri tentang hatiku ini. Bukan maksud untuk melupakan ini dan itu ketika habis waktu bersama. Tapi ini soal hati, sedikit pun tak ku sangkal bila akan berlanjut sampai perih begini, tapi sekali lagi ini soal hati.
Biar saja dipendam dalam-dalam sampai tak tau orang, nyatanya aku tulus. Tak perlu ditanyakan lagi, aku tak mau mengumbar. Yang terbaik dari yang Maha pasti akan datang, lambat atau cepat hanya masalah
Jul 27, 2012
Jul 19, 2012
Aku Hanya Sepotong Kecil
Aku hanya ingin bebas, terlepas dari semua beban berat saat aku menjadi diriku.
Aku hanya ingin menantang langit, yang pasti selalu mengalahkan ku saat aku menjadi apa adanya sekarang.
Menjelajahi semua jegkal papan keyboard qwerty, mengayunkan sesukaku semua jari-jari yang kumiliki.
Tak peduli malam sudah larut atau ayam jago sudah berkokok, jariku tetap menari-nari memencet semua tuts-tuts huruf.
Aku hanya ingin menantang langit, yang pasti selalu mengalahkan ku saat aku menjadi apa adanya sekarang.
Menjelajahi semua jegkal papan keyboard qwerty, mengayunkan sesukaku semua jari-jari yang kumiliki.
Tak peduli malam sudah larut atau ayam jago sudah berkokok, jariku tetap menari-nari memencet semua tuts-tuts huruf.
Jul 10, 2012
Buat Ibu dari fizah (cerpen)
Ibu sudah tua umurnya sudah setengah abad sekarang, keriput diwajah semakin lama semakin banyak.
Ibu sudah tua, sudah renta dan sakit-sakitan.
Sering wajah tua itu menunjukan mimik marah pada kami 4 bersaudara, muka sedih hingga menangis gara-gara anak-anaknya, juga tak jarang mampir di wajah sepuh itu.
"Nduk, dadio anak le nurut, le gemati karo sedulurmu" pinta ibu saat kami tengah duduk bersama, melihat sore didepan rumah yang saat itu tidak begitu ramai dengan lalu lalang kendaraan perkotaan.Aku hanya diam menerawang kebelakang seberapa tidak menurutnya aku pada bapak dan ibu."Aku sudah menjadi penurut, aku mau berbagi dengan saudaraku !" gerutu ku dalam hati, kutinggalkan ibu sendiri aku pergi masuk kekamar dengan hati dongkol karena perkataan ibuk.
Subscribe to:
Comments (Atom)