Pasti ada alasan dibalik semua huruf yang terangkai membentuk sebuah kalimat atau setiap kata yang terlontar dari pita suara milik seseorang. Harusnya akal lebih bisa mencerna bagaimana tabiat seseorang, bukankah sudah kenal -lama-. Aku membicarakanmu yang tanpa dosa memberi label seperti itu dikeningku.
Ini membuatku sedikit kehilangan konsentrasi saat mendengarkan ritmik hujan setelah perkataanmu itu terlontar. Apa kamu ingin tau kenapa begitu? karena aku tak ingin 'jatuh' lagi, belum ingin memiliki rasa seperti dulu lagi, saat harus menyimpan rasa dan mengelabui mata dengan pura-pura manis, bahkan manis itu bukan tabiatku. Harusnya kamu paham bahwa pasti ada alasan disetiap kata yang diucapkan, disetiap rindu yang ditegaskan.
Aku sudah mulai merangkak tidak mempersilahkan siapapun untuk masuk, atau keadaanmu mungkin sedang tidak baik saat berkata seperti itu? Ah, tapi kabar baiknya mungkin Tuhan mempersilahkanku untuk melompat menjauhimu, meninggalkanmu untuk bersama orang lain, atau Tuhan mempunyai cara tersendiri agar aku menemukanmu saat aku sudah pantas.
Ini kusebut cinta, saat aku harus diam ketika kamu melintas di beberapa sel hati dan otakku, saat rasa harus dipendam sedemikian rupa, saat aku mencoba untuk tak menjadi terlalu manis dihadapanmu.
Ya, tak menjadi terlalu manis dihadapanmu, untuk beberapa waktu sampai kagum ini hilang.
Jun 19, 2013
Jun 6, 2013
Dariku yang Selalu Penasaran Tentang Takdir di Akhir
Dariku yang selalu penasaran tentang takdir di akhir, yang cukup lelah berproses dan tak sabar untuk memiliki akhiran. Salam hangat untuk sepucuk sela yang aku mengerti hanya disempat-sempatkan. Bila lelahku ini semakin parah, bila jenuhku sudah mulai mengeruh, mengertilah aku yang selalu penasaran tentang takdir di akhir.
Setelah nasibku yang ini jelas Tuhan ingin aku duduk dimana, dan berteman dengan siapa maka lembar putih berderet tinta hitam yang terbaca:
1. Pengen Buat Onigiri, bolu kukus, lidah kucing
2. Pengen Pinjem dan Baca Novel
3. Pengen Nonton Film Horor
4. Pengen Beli Buku
5. Pengen Ke Pantai, Gunung, pokoknya Piknik
6. Pengen Liat Senyum Kamu Lagi.
Jangan mengernyitkan kening begitu, tentu yang terakhir itu untukmu, untuk kamu yang selalu setia berkata-kata tentang takdir indah ketika aku tak menyerah.
Subscribe to:
Comments (Atom)