Apr 14, 2015

Akhirnya Kami Tau

Beberapa waktu yang lalu saya bongkar-bongkar folder yang ada di laptop dan nemu beberapa foto salah satu masa-masa berat di semester 2, masa dimana kami (saya, dewi, deva, eka) mencari client anak Tunalaras untuk mata kuliah dasar-dasar Bahasa Indonesia, sebenernya tugasnya simpel hanya membedakan tentang tahap perkembangan bahasa anak tunalaras dengan anak pada umumnya, tapi apa yang ngebuat gak simpel? Mencari Client.

Sebenernya dikatakan malas pun egak karena pengumpulan laporan H minus beberapa bulan kami sudah mondar-mandir ke SLB E Prayuana yang notabene disana sekolahnya anak-anak Tunalaras ini, namun karena satu dan banyak hal. Kami mundur teratur dan akhirnya lemes mau nyelesein tugas ini.

Sampailah pada suatu siang saat kami sedang berleha-leha menikmati hidup diantara tumpukan tugas dengan streaming kartun Honey Bee Hatchi. Satu SMS masuk ke handphone milik Eka, dan jantung-jantung kami serasa berdetak melambat (oke ini sudah hiperbola intinya kami kaget). Gimana gak kaget kita belum ngerjain apa-apa dan bu dosen SMS kalo Tugas harus dikumpul besok malem lewat Email. Oh men kita belum nyari client, belom buat instrumen, belum observasi dan belum ngapa-ngapain. Rasanya pengen nangis haha.

Beberapa menit kemudian kita sadar dan langsung gerak nyari Client mondar-mandir. awalnya ke Kasihan Bantul eh ternyata client kami udah gak tinggal disitu yang tinggal disitu cuma neneknya. Itu sekitar pukul 12 siang. detik-detik berikutnya kami dibingungkan dengan dua opsi mau bolos terus lanjut nyari client atau mau kuliah. Dan kami akhirnya kuliah. dan perjalanan berikutnya kami masih berkutat dengan nyari client, harus lari-lari ngejar si client (ini lari beneran pake kaki),nunggu orang tua client yang masih tidur karena kita dateng kepagian, ngedengerin anak kecil yang jago ngegosip, dan lain sebagainya yang akhirnya kami belajar kalo inilah hal-hal yang ada di sekitar anak tunalaras.

Oya kurang lebih seperti ini, anak tunalaras (ATL) merupakan anak yang mengalami hambatan dalam kehidupam sosialnya. Atau yang sering disebut dengan anak nakal, tapi nakal disini ada ukurannya, jangka waktunya, dll.

Nah sampai sink dulu ya, besok disambung lagi. Keep reading, keep blogging :D


Sebuah Permainan Tentang Orang disekitarmu

Saya ambil permainan ini dari fan page milik mas Fahd Pahdepie.

Mari sedikit bermain...
Pikirkan 5 (lima) nama orang yang anda kenal dan penting dalam hidup anda. Pasangkan nama-nama tersebut dengan warna-warna berikut ini, Setiap warna hanya boleh mewakili satu nama:

KUNING:
ORANYE:
MERAH:
PUTIH:
HIJAU:
Pastikan nama-nama tersebut benar-benar mewakili warna-warna yang ada. Pikirkan baik-baik dan rasakan mengapa mereka cocok mewakili warna-warna tersebut.
(Tolong Jangan di scroll kebawah sebelum kamu menentukan)


Apakah mereka adalah orang-orang ini…
KUNING: Seseorang yang tak mungkin akan Anda lupakan dalam hidup Anda.
ORANYE: Seseorang yang Anda anggap teman terbaik dalam hidup Anda.
MERAH: Seseorang yang benar-benar Anda cintai/sayangi.
PUTIH: Seseorang yang begitu mirip dengan Anda dan sangat Anda percayai.
HIJAU: Seseorang yang jasa dan kebaikannya akan selalu Anda ingat sampai kapanpun.
Sesuai?

Jika mau, silakan tandai orang-orang itu. Ucapkan terima kasih mendalam kepada mereka karena mereka begitu berarti dalam hidup Anda.
Salam smile emotikon
Fahd Pahdepie, April 2015.

Jan 28, 2015

AB : Plin-Plan

Baca di fan page nya Blood Type Personality memang yang golongan darahnya AB itu sering Plin-Plan, gak menentu. Satu jam yang lalu pengen ini satu jam kedepan mungkin bisa beda lagi kepengenannnya, pasang-surut. Nah, ini juga yang ngedasarin kenapa ini blog namanya Kardus Sepatu, sebelumnya namanya juga aneh-aneh, dan sedikit alay.


Blog ini juga ga jelas tema isinya apa, yah udah sih ya yang penting keisi, yang penting nulis. Ini nih header yang sebelumnya bakal jadi header blog ini, tapi ya apa daya, masih seneng pake kardus sepatu . hihi


ini dari pohon sampe segala tetek-bengeknya buatan sendiri


akhirnya pakek ini, gatau deh besok kalo ganti lagi

Jan 4, 2015

Sepanjang Sore Kemarin Menjadi Pemimpi


Tidak jarang ada yang berkata bisanya cuma mimpi,
yang meremehkan juga ada, 
yang menggoyahkan keyakinan pun ada. 
Lah mau apa? ya bisanya cuma mimpi.
kalau ndak mimpi ndak bakal jadi kenyataan.

Kemarin, Alhamdulillah bisa ngumpul lagi bareng orang-orang hebat, keseringan sama mereka saya berasa jadi pemimpi. Tapi yang banyak saya pelajari, dari beliau-beliau adalah; kalau sudah berani mimpi ya harus berani bangun dan mengejar, kalau terpaksanya gak bisa ngejar ya jalan cepet kalau terpaksanya banget gak bisa, ya jalan aja santai, tapi satu hal; Harus segera bangun, dan action!

Gini-gini kata mas Novan: "Kalian ada ide apa? gausah gede-gede asal jelas tahapannya, ide kecil pun kalo gak jelas tahapannya ya gak bakal jalan" . Nah, ini bener banget. Dalam hati saya juga manggut-manggut. Laluu malemnya taraaaaa, sudah ada ide dari mbak hidayah yang bentar lagi wisuda, dan idenya konkret maunya beliau seperti apa. keren kan? iya keren.

Ah kalian, jangan bosen-bosen ngumpul yaa *lirik mas hanif*. Banyak mimpi yang harus jadi kenyataan selanjutnya. Barakallah yaa orang-orang kece di KOPPI *kedipin satu-satu*