Nov 5, 2014

Kepada Yang Mencoba Menjadi Uwais Al-Qarni

Kepada  anak yang mencoba menjadi Uwais Al-Qarni, bersyukurlah masih ada kesempatan itu.
Bila tanganmu letih karena mengerjakan semua yang biasanya dikerjakan ibumu, maka bersyukurlah.
Bila kakimu kaku sebab kesana-kemari mengurus ibumu, tersenyumlah.

Bila pikiranmu terbelah, antara Ibu dan kuliahmu, Allah akan membantu.
Seluruhnya, sepenuhnya, semuanya. Berbahagialah.

Pernah berniat ingin ingin melakukan ini dan itu, ah tapi ibu sudah sepuh.
Mimpi setinggi langit hendak terbang kesana dan kemari, ah tapi siapa yang membantumu bu?
Angan diatas awan memiliki rumah jauh dari sini, ah tapi bagaimana denganmu bu?
Iri yang lain dapat mengikuti kegiatan ini dan itu, ah tapi ibu sedang sakit.
Karena menurut Rasul yang harus dihormati adalah Ibumu.... Ibumu... Ibumu....

Peluklah Ibu yang sudah sepuh dalam dekapan terhangatmu, Allah menjanjikan pintu surga untuk para pemeluk sejati.
Jadilah si kecil Ismail yang penurut pada orang tuanya.
Atau jadilah saja Sayyidina Ali Zainal Abidin yang begitu  menjaga hati ibunya.

Kalau kau tanya aku, aku hanya ingin lulus tepat waktu, Semoga Allah merahmati umur panjang untuk beliau agar bisa melihat putrinya bergelar sarjana.
Kalau kau tanya aku, aku hanya ingin ibu selalu sehat, tidak lelah dan letih. bukan aku tidak ingin melakukan ini dan itu, tapi aku ingin menjadi pemeluk sejati, memeluk ibuku.
Kalau kau tanya aku, aku lelah? sebagai orang biasa iya aku lelah. Tapi Allah memberikan kesempatan emas yang tidak semua orang miliki, kata orang kesempatan tidak datang dua kali, aku masih ingin jadi pemeluk sejati, memeluk ibuku.