Sep 29, 2012

Akhiri Saja


Aku sedang senang tertawa tak peduli mana yang lara,
bait ku penuh canda hanya jiwa saja yang terluka,
sepotong harakat bisa buatku menderma,
tapi sepotong lagi buatku tambah merana.

Sudah ikhlas untuk mengakhiri sampai disini
tak peduli timbunan ranjau-ranjau yang akan terinjak hingga mati,
bergeming dengan waktu layaknya pemburu handal, nyatanya
terpental sampai dalam.

Janji tak kan buat yang kemarin kembali, katanya sehidup semati,
tapi masih saja menghidupi diri sendiri, meracau menebar sakau.

Terbolak-balik aku yang garang, dan kamu yang letoi,
berceloteh sepanjang detik hanya untuk mendengarmu lepas dari hiruk pikuk.