May 19, 2013

Tulari Mbak Semangat Kalian

Melihat riuhnya masjid dengan calon-calon orang besar yang sedang berlarian kesana kemari, bebas mengungkap kegembiraan mereka dengan kekeh tawa yang serasa tanpa beban atau mungkin memang beban tak hinggap di bahu-bahu mungil mereka. Namun seringnya aku yang telah lebih dewasa dari mereka malah merasa terganggu dengan tawa bahagia yang mereka alunkan.

"Kalau gak niat ngaji pulang aja mas!" seruku dengan suara yang lebih besar dari biasanya, lalu keadaan hening, dia duduk tanpa dendam dengan perkataanku, kini aku yang merasa bersalah telah mengeluarkan kalimat yang seharusnya tak perlu terumbar bebas seperti itu, dan sejurus kemudian setelah sedikit menyenggol temannya salah seorang calon pemimpin tangguh itu berlarian lagi.

Duuh deek, mbak minta maaf sering emosi dengan keriangan kalian, bukankah seharusnya mbak juga harus larut dalam keriangan kalian? berbaur jadi satu hingga kalian merasakan Taman Pendidikan Al-Quran yang nyaman.

Terus ajari mbak ya dek, ajari mbak semangat ngaji seperti yang kalian punya, semangat untuk mengenal Allah seperti yang kalian tunjukkan, yang terlihat bebas dan tanpa beban.

Meski kadang hanya berdua, bertiga atau sendirian mendampingi kalian, rasa kesal dan hal buruk lainnya serasa hilang saat kalian dengan penuh semangat memegang Iqro dan saling berebutan berkata 'mbak aku duluan, aku duluan'.

Ahh deek, sekali lagi maafkan mbak-mbak dan mas-mas pendampingmu ini ya, yang lebih sering bersuara keras dari pada mengelus lembut, yang lebih sering malas daripada berjuang keras membantu kalian mengenal Allah.

Dek, doakan kami ya, supaya tetap istiqomah menunaikan amanah menjadi pedamping kalian, memberikan kalian tempat dan suasana yang nyaman untuk berjuang menggapai jannah, semoga Allah meridhai setiap nafas yang kami hembuskan saat bersama-sama kalian, lalu menjadikan kita satu lagi di Jannah nanti.