Manyusuri setiap sajak luka yang kau buat semalaman, aku tau ketidak sengajaanmu yang terus menerus itu yang membuatnya lebih menanah dan mendarah.
Dan, satu lagi lara mengumpat-umpat, seakan terik tak mampu buatnya berhenti, sekaan dingin membuatnya semakin berenergi.
Waktu melambat, atau aku saja yang mengalahi siput, merasakan nanar disetiap ujung kulit.