Tak sejalan dengan niat, langkahku kian berat, aku lamban dalam hal ini, aku hanya butuh tuntunan.
sekian lama aku mengerti bahwa rasa yang baik ini memang seperti sekarang, aku mulai sendiri lagi menapak kaki di tanah dingin nan sepi.
ilmuku rendah bagai tanah, aku hanyut dalam semu saat takdir memangku ku menuju yang terbaik. Aku tak risau kan takdir, aku acuhkan dia. tambah semu saja bukan hidupku?
Aku bahkan kagum pada ribuan orang yang hebat dan sanggup bertanggung
jawab pada dirinya sendiri, awalnya kagum dan ingin meneladani, tapi
apa daya penyakit bawaan setan ini kadung menjalar menjadi beban.
Masalah ego ternyata aku tak dapat kompromi dengan hati,
aku mulai mencintai. Bukan sakit saat tak harus memiliki ini tuntunan
tak boleh berduaan saat belum halal.
Semua menyeruak jadi satu ingin segera dituntaskan tapi hanya
satu persatu bisa dijalani, aku mulai menyesal dengan waktu, tak tau
ingin berdamai dengan cara apa. aku kalah, aku mulai jatuh, jatuh cinta.
