aku hanya pengagum berat, tanpa timbangan juga ukuran. Sebenarnya ini semua kosong hanya sedikit terisi, aku saja yang memberat-beratkan.
Hingga pergi, ini semua ilusi aku mengerti sendiri tentang hatiku ini. Bukan maksud untuk melupakan ini dan itu ketika habis waktu bersama. Tapi ini soal hati, sedikit pun tak ku sangkal bila akan berlanjut sampai perih begini, tapi sekali lagi ini soal hati.
Biar saja dipendam dalam-dalam sampai tak tau orang, nyatanya aku tulus. Tak perlu ditanyakan lagi, aku tak mau mengumbar. Yang terbaik dari yang Maha pasti akan datang, lambat atau cepat hanya masalah
waktu. bila bukan dirimu lantas aku bisa apa ? memintamu lagi ? hanya puluhan jarum yang akan menusuk bila aku memintamu, nyatanya bila mendekte apa yang ku dapatkan ? aku kalah.
Diam pun aku baik, tak selalu harus denganmu bukan ? biarkan yang terbaik yang memilihkan, jari ku rasanya tak sanggup bila harus mencampuri yang bukan urusanku, rasanya lemah seperti tanpa otot dan tulang.
Aku bukannya enggan menunggu tapi bila diam begitu baik aku hanya mau yang terbaik, yang terbaik dari yang paling baik, tentu bila itu bukan dirimu aku juga tak mau mengulur waktu untuk menunggu. Otak kiri, kanan, dan tengahku sudah mulai padat. Aku tau mana yang barang imitasi dan mana yang ori. mana yang cuma baik dan mana yang terbaik. sudah bukan bayi bukan ? seperti tadi kubilang ini masalah waktu tak perlu menunggu, kenapa begitu ? karen yang Maha terbaik itu tau, tau dari mulai A hingga Z, dari 1 sampai tak terhingga. tak perlu mendahului bukan. diam dan tenanglah.