Aku hanya ingin bebas, terlepas dari semua beban berat saat aku menjadi diriku.
Aku hanya ingin menantang langit, yang pasti selalu mengalahkan ku saat aku menjadi apa adanya sekarang.
Menjelajahi semua jegkal papan keyboard qwerty, mengayunkan sesukaku semua jari-jari yang kumiliki.
Tak peduli malam sudah larut atau ayam jago sudah berkokok, jariku tetap menari-nari memencet semua tuts-tuts huruf.
Aku bahagia seperti ini saat aku mencoba menjadi orang lain dalam semua ceritaku. menghayati semua kisah mereka yang aku buat sendiri, mengerti semua kesedihan dalam cerita mereka walaupun aku tidak pernah merasakan kesedihan seperti itu.
Dengan sel-sel yang ada di otakku aku mencair menjadi sebuah cerita yang aku sendiri tak pasti bisa menjalani cerita itu.
Aku merasa hebat saat aku mempunyai dunia kecil seperti kertas, dan dengan sedikit goresan dari tinta aku dapat memulai duniaku sendiri. lengkap dengan orang-orang yang akan ku jadikan mainan, mereka harus berkata ini dan berkata itu, dan tinggal di tempat yang telah aku dan penaku tentukan.
rasa salut pada yang Maha pencipta juga kerap menghinggapiku, betapa diriNYA yang berada di singgasana diatas langit ke tujuh, begitu hebat saat harus menentukan takdir milyar an manusia di kertas bola warna hijau milikNYA ini, padahal aku yang hanya membuat naskah hidup mereka yang ada di sobekan kertas putihku kecilku sudah mati-matian mengeluh agar semua cepat berakhir baik