Jan 6, 2013

Ummati

Sebenarnya bukan miris saat melihat seorang teman berkata-kata bahwa dia tidak percaya Tuhan namun sejurus kemudian dia mengatakan perbuatannya menghambur-hamburkan uang itu berdosa, ini semacam rasa kasihan dengan pola pikir didalam rongga kepalanya yang sebenarnya harus segera dibenahi, menurutnya siapa yang memberi dosa dan pahala? ilmuwan? atau apa?

Kasihan lagi saat beberapa anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar yang kutafsir umurnya belum mencapai 10 tahun mengatakan bahwa temannya yang masih seumuran dengannya sudah minum-minuman keras dan merokok, tak hanya itu, salah satu dari mereka juga mengatakan bahwa rumahnya lah yang dipakai untuk mabuk, ternyata belum selesai, anak-anak lugu itu berkata bahwa tetangga mereka yang umurnya sudah renta bangga pada tato yang dimilikinya, bahkan mentato hampir seluruh alat geraknya

Apa mereka tidak tahu bahwa ada seorang yang sangat menyayangi muslim yang terlalu melenceng tersebut, ada orang yang benar-benar mengasihi mereka, mencintai mereka sepenuh jiwa hingga akhir hayatnya beliau bukan memanggil istri atau anak-anaknya, tapi "ummati, ummati, ummati", umatku, umatku, umatku, hingga beliau rela mengatakan bahwa ingin memindahkan sakitnya sakaratul yang akan dialami umatnya pada diri Baginda Muhammad SAW