tapi dibalik tabik menawan masih saja menyimpan rindu-rindu masygul kepada fajar, siang, dan temaram senja.
Bagaimana bisa rindu jika bertemu saja tidak pernah?
Apa yang bisa menjadikannya begitu yakin bahwa fajar yang sejuk sering membuat banyak manusia gagal bangun tepat waktu?
Lalu siang yang terik banyak diumpankan abang-abang penjual es untuk melemparkan senyuman pada pembeli?
dan ini tentang senja yang temaram yang menjadikan cinta mulai menampakkan wujudnya lewat sekilas senyum.
Ah iya cinta, malam selalu saja menyuguhkannya dengan baik tanpa dapat celah untuk merendahkan.