Dec 1, 2012

Luruskan Niat Ukhti

Telah jatuh waktunya untuk mengerti, bagaimana sejengkal langkah dan sepotong kata bisa tumbuhkan cinta. Bila hati ini telah risau dan niat pun kadang tak lurus lalu apalagi yang bisa dibanggakan dari ibadah ini. Dari yang semula benar-benar untuk lebih dekat dengan yang maha dekat kini hanya untuk mendekatkan diri pada yang belum tentu terjadi.

Tentu kata-kata ini juga untuk menasehati diri sendiri, sering diri ini lalai dan keliru merajut helai demi helai niat, contohlah hal mudah seperti yang awalnya ingin shalat di masjid untuk mendapatkan pahala berlipat ganda ini cuma dapet dag-dig-dug saja lantaran niat sudah melenceng ke ikhwan yang disebelah sana. Mungkin itulah mengapa sebab Allah perintahkan lebih baik untuk shalat di rumah saja.

Malu, malu, malu jika dibandingkan dengan keteguhan niat seorang Arab Badui satu ini yang diceritakan bahwa dirinya diberi harta ghanimah dari Rasulullah seusai perang lalu Badui itu berkata "Untuk apa ini?", Rasulpun lebih kurang menjawab "harta rampasan bahagian mu dalam perang ini", taukah apa yang badui itu katakan "aku berperang bukan untuk ini.tapi aku berperang untuk di panah di sini(di tunjukkan lehernya),lalu syahid di jalan ALLAH". Dan diperang selanjutnya Badui itu syahid karena panah tepat diagian yang ia tunjukan kepada Rasulullah. Subhanallah bukan?

Dalam sebuah hadits Rasulullah juga berucap:
“Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) sesuai dengan niatnya...” (HR. al-Bukhāriy dan Muslim).

Yuk ukhti yuk luruskan niat bareng-bareng yuk ingetin saya juga biar bisa masuk surga sama-sama :)